Oleh: Rasmian (Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan)

LAMONGAN – Setiap kali mendengar kata inovasi dan kewirausahaan, tidak sedikit sekolah yang langsung merasa ragu. Muncul pertanyaan klasik: “Sulit mencari ide produk”, “Tidak ada guru yang ahli bisnis”, hingga “Takut administrasinya rumit”.

Padahal, justru di sanalah peluang besar itu tersembunyi.

Melalui Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026, yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kita diajak mengubah rasa gentar menjadi keberanian, dan keraguan menjadi aksi nyata.

FIKSI bukan sekadar lomba mencari juara. FIKSI adalah ruang belajar, panggung aktualisasi, sekaligus jembatan emas bagi sekolah untuk membuktikan kualitas pendidikan yang sesungguhnya.

Mengapa Sekolah di Lamongan Wajib Ambil Bagian?

1️ Jawaban Nyata atas Kurikulum Merdeka dan Raport Pendidikan

FIKSI adalah wujud konkret dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Ketika siswa terlibat dalam ajang nasional seperti ini, sekolah tidak hanya membina kreativitas, tetapi juga memperkuat portofolio kelembagaan.

Keikutsertaan dan prestasi dalam FIKSI akan berdampak pada indikator capaian siswa dalam Raport Pendidikan, sekaligus memperkuat nilai akreditasi sekolah. Ini bukan sekadar kompetisi—ini investasi reputasi.

2️ Tidak Harus Ide Canggih, Cukup Berakar dari Lamongan

Banyak yang mengira inovasi harus berbasis teknologi tinggi. Padahal, tema FIKSI 2026 adalah:

“Perwujudan Wirausaha Muda Kreatif melalui Inovasi dan Teknologi Berbasis Kearifan Lokal.”

Lamongan kaya potensi:

Yang dibutuhkan bukan ide luar biasa rumit, tetapi kemampuan “memoles” potensi sekitar menjadi produk bernilai ekonomi. Siswa kita sudah akrab dengan dunia digital—mereka hanya perlu panggung dan pendampingan.

3️ Belajar Sambil Berkarya, Bukan Sekadar Teori

FIKSI dirancang dengan pendekatan learning by doing.

Siswa belajar:

Kompetisi ini terbagi dalam dua kategori:

Tersedia 11 bidang usaha strategis, mulai dari Agribisnis, Kesehatan, Teknologi Digital, Kewirausahaan Sosial, hingga Bisnis Kuliner dan Seni Rupa. Pasti ada bidang yang sesuai dengan keunggulan sekolah Bapak/Ibu.

Menepis Keraguan: Kami Hadir Mendampingi

Sebagai Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan, saya memahami tantangan di lapangan. Karena itu, kami berkomitmen untuk:

✔️ Mempermudah komunikasi dan informasi teknis pendaftaran

✔️ Mendampingi sekolah dalam proses seleksi internal

✔️ Memberikan pendampingan kepada Pembina yang kesulitan dalam mendampingi siswa

Guru tidak harus menjadi pengusaha sukses terlebih dahulu. Peran utama guru adalah mendampingi proses berpikir kreatif siswa—dan itu sudah menjadi kompetensi kita sebagai pendidik.

Catat Linimasa Pentingnya!

Masih ada waktu yang cukup untuk memulai seleksi internal sederhana di sekolah.

Pesan untuk Kepala Sekolah dan Guru

Mari kita buang jauh rasa tidak percaya diri.

Siswa-siswi Lamongan memiliki ketangguhan, kreativitas, dan semangat belajar yang luar biasa. Jika kita tidak memberi mereka panggung, maka potensi besar itu akan tetap terpendam.

FIKSI 2026 adalah momentum. Momentum untuk menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kearifan lokal Lamongan mampu bersaing di tingkat nasional—bahkan global.

Jangan tunggu sekolah lain bergerak lebih dulu.

Segera daftarkan siswa terbaik Anda melalui laman resmi:

https://sma.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/fiksi

Mari bergerak. Mari berinovasi.

Dari Lamongan, untuk Indonesia.

Rasmian, S.Pd., M.Pd.

Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan